Jurnal: Nurbaiti Fitriyani

Abstrak

Teks film tentu selalu memiliki keberpihakan terhadap kemampuannya dalam mengadaptasi teks susastra, tak terkecuali dalam karya-karya kanonik, seperti novel masyhur Bumi Manusia, gubahan Pramoedya Ananta Toer. Hanung Bramantyo mengadaptasi novel ini menjadi film dengan judul yang sama, Bumi Manusia. Tentunya dalam tindakan mengadaptasi novel ke film, sutradara tidak serta-merta bertungkus-lumus terhadap teks novel anggitan Pramoedya tersebut. Beberapa adegan yang sangat krusial dalam novel, justru tak diikutsertakan oleh sutradara sebagai bagian dalam film. Pula muncul adegan di dalam film yang berkebalikan dari teks sumbernya. Pastilah sutradara memiliki variabel tertentu dalam mengelaborasi novel menjadi film, baik dari segi orisinalitas atau prioritas terhadap elemen sakral dan karakterisasi dalam teks susastra. Dari sanalah muncul distingsi atas kedua teks tersebut. Dengan adanya reinterpretasi yang mewujud perbedaan-perbedaan dari teks susastra ke film, perlulah dilakukan sebuah studi komparasi. Hal ini untuk mengetahui karakteristik masing-masing medium, baik novel maupun film. Salah satu cara untuk mengetahui perbandingan tersebut, yakni menggunakan pendekatan intertekstualitas dalam penelitian ini.

Berkas yang Tersemat


Sampul Jurnal Cikini